NATAL

Eks Lahan PT BSP Kisaran Disiapkan Jadi Pusat UMKM dan Bisnis, Studi Kelayakan Sudah Ada.

Bupati: Segera Direalisasikan

0

ASAHAN – Langkah strategis pengembangan ekonomi kreatif dan usaha mikro di Kabupaten Asahan semakin nyata. Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar penyampaian laporan akhir studi kelayakan (Feasibility Study/FS) pembangunan Gerai UMKM sekaligus pusat bisnis daerah. Kajian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Asahan (UNA) ini menunjuk lokasi sangat strategis di jantung Kota Kisaran sebagai lokasi pembangunan.

Kegiatan berlangsung di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh tim peneliti dari UNA.

Ketua Tim Peneliti sekaligus penyusun studi kelayakan, Dr. Anil Hakim S, M.Si., dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Asahan kepada pihak kampus untuk mengkaji rencana strategis ini. Hasil kajian timnya merekomendasikan lokasi pembangunan berada di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya pada lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) milik PT BSP.

Lokasi ini dinilai sangat potensial karena posisinya yang berdekatan dengan Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran dan berada di sisi jalur rel Kereta Api Kisaran. Posisi yang berada di jalur utama lintas Sumatera tersebut diprediksi akan memberikan dampak positif besar terhadap aksesibilitas, arus pengunjung, hingga nilai ekonomi kawasan nantinya.

“Lokasi yang direncanakan ini kami nilai sangat strategis dan memiliki nilai tambah tinggi untuk dikembangkan menjadi pusat gerai UMKM dan pusat bisnis yang representatif bagi Kabupaten Asahan,” ungkap Dr. Anil Hakim di hadapan pimpinan daerah.

Mendengar hasil kajian tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyambut baik dan berharap dokumen studi kelayakan ini segera ditindaklanjuti ke tahap realisasi pembangunan. Menurutnya, keberadaan gerai ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan wadah utama promosi dan pemasaran bagi seluruh produk unggulan daerah.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat segera direalisasikan. Gerai UMKM ini nantinya harus menjadi wajah baru ekonomi kreatif Asahan, tempat di mana produk-produk warga kita diperkenalkan seluas-luasnya ke masyarakat, hingga mampu meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Bupati.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan konsep pembangunan kawasan ini tidak akan bersifat kaku sebagai sentra perdagangan saja. Pemerintah berencana melengkapi kawasan tersebut dengan fasilitas olahraga dan ruang publik yang nyaman. Konsep ini dipilih agar kawasan tersebut tidak hanya dikunjungi untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat rekreasi warga, sehingga kunjungan dan aktivitas ekonomi berjalan berkelanjutan.

Terkait produk yang akan dipasarkan, Bupati menegaskan standar kualitas akan menjadi prioritas. Nantinya, produk yang masuk ke gerai pusat ini adalah produk-produk yang telah memiliki merek, kemasan, dan branding yang baik dan rapi, agar memiliki daya tarik kuat bagi pembeli maupun wisatawan.(RD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.