Kejutan di UNA NBC 2026: Marching Band Asahan Kian Berkilau di Peta Sumut
ASAHAN – Suara dentuman drum dan alunan lagu semangat menggema memenuhi Lapangan Sepak Bola Universitas Asahan, Minggu (10/5). Bukan sekadar kompetisi biasa, pembukaan Universitas Asahan Marching Band Competition (UNA NBC) 2026 yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-40 kampus tersebut menjadi bukti kebangkitan olahraga seni di Kabupaten Asahan.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., ini mempertemukan para talenta terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Namun, yang membuat acara ini istimewa bukan hanya perebutan Piala Bupati Asahan, melainkan momentum kembalinya event ini setelah vakum akibat pandemi.
“UNA NBC bukanlah nama baru. Ini adalah kelanjutan dari tradisi yang sempat tertunda. Kini, ia tidak hanya kembali, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari kalender marching band di Sumut,” ungkap Fahrul Rozi, mewakili Pengprov PDBI Sumut.
Pernyataan Fahrul bukan sekadar retorika. Ia menyoroti fakta bahwa marching band kini telah berevolusi. Tidak hanya soal keindahan seni, cabang olahraga ini kini menjadi sarana pembentukan karakter dan fisik yang luar biasa. Bahkan, prestasi Asahan di bidang ini telah melampaui batas Sumatera Utara, dengan kontribusi medali terbanyak pada ajang Sumut-Aceh sebelumnya.
KONI Kabupaten Asahan pun angkat bicara. Dukungan penuh dijanjikan untuk menjadikan marching band sebagai cabang olahraga unggulan yang berpeluang besar tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Hal ini disambut positif oleh Bupati Asahan, yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga.
“Keberhasilan Universitas Asahan menggelar event ini adalah bukti nyata dukungan pendidikan terhadap prestasi. Saya berharap Asahan tidak hanya maju di tingkat regional, tetapi juga mampu bersaing hingga kancah nasional dan internasional,” tegas Bupati Taufik usai melakukan tradisi pukulan drum bersama Forkopimda.
Suasana haru dan semangat terpancar dari wajah para peserta. Mereka yang telah berbulan-bulan berlatih akhirnya mendapat panggung yang layak untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. Acara yang berlangsung lancar hingga pukul 12.00 WIB ini menutup rangkaian kegiatan dengan satu pesan kuat: Asahan sedang bangkit, dan marching band adalah salah satu kuncinya.(RD)

