NATAL

Tim BADAI Bergerak, Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan Tegaskan Perang Tanpa Kompromi Terhadap Narkoba

0

BENGKULU SELATAN – Keseriusan jajaran Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui sejumlah pengungkapan kasus dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan terakhir.

Sejak melaksanakan serah terima jabatan sebagai Kasat Resnarkoba Polres Bengkulu Selatan pada Kamis, 16 April 2026 lalu, Iptu Erik Fahreza, SH bersama personelnya berhasil mengungkap beberapa kasus penyalahgunaan narkotika dengan total barang bukti yang cukup besar.

Dalam pengungkapan tersebut, Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan berhasil mengamankan sekitar 144 paket narkotika jenis sabu dengan dua orang pelaku yang berhasil diamankan.

Selain itu, pihaknya kembali mengungkap kasus lain dengan barang bukti sebanyak 12 paket sabu dan mengamankan satu orang tersangka.

Tidak hanya itu, pengungkapan terbesar lainnya yakni keberhasilan aparat mengamankan lebih dari setengah kilogram narkotika jenis ganja beserta tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran barang haram tersebut.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukum Kabupaten Bengkulu Selatan.

Apalagi, peredaran narkotika saat ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Kasat Resnarkoba Polres Bengkulu Selatan, Iptu Erik Fahreza, SH menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkotika di wilayah Bengkulu Selatan.

“Kami tegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya slogan. Ini komitmen nyata yang kami lakukan bersama seluruh personel Satresnarkoba, khususnya Tim Opsnal yang kami beri nama Tim BADAI. Tim ini akan terus bergerak melakukan pengungkapan, penindakan, pengintaian hingga penangkapan terhadap siapa saja yang terlibat narkotika,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Tim BADAI sendiri merupakan singkatan dari Bidik, Awasi, Datang, Amankan dan Intai.

Nama tersebut menjadi semangat personel dalam melakukan pemberantasan narkoba secara maksimal di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus tersebut tidak lepas dari kerja keras personel di lapangan serta dukungan dan informasi dari masyarakat yang peduli terhadap bahaya narkoba.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu kepolisian memerangi narkotika.

Selain itu, Iptu Erik Fahreza juga menyampaikan ultimatum keras kepada para pelaku peredaran narkoba agar segera menghentikan aktivitasnya sebelum aparat bertindak lebih jauh.

“Saya memberikan ultimatum kepada para bandar, pengedar maupun pengguna narkoba di wilayah Bengkulu Selatan. Hentikan sekarang juga aktivitas haram tersebut. Jangan coba-coba menjadikan Bengkulu Selatan sebagai tempat peredaran narkotika, karena kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan pengembangan terhadap setiap kasus yang berhasil diungkap. Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan akan terus memburu jaringan-jaringan lain yang masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, terutama di tengah maraknya penyalahgunaan narkotika yang kini menyasar usia remaja.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama para orang tua, tokoh masyarakat dan generasi muda agar bersama-sama menjauhi narkoba. Jangan pernah mencoba, karena sekali terjerumus akan merusak masa depan, keluarga bahkan dapat menghancurkan kehidupan,” imbaunya.

Pihaknya memastikan Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan bersama Tim BADAI akan terus meningkatkan patroli, penyelidikan serta penindakan guna menciptakan wilayah Bengkulu Selatan yang aman dan bersih dari peredaran narkotika. (thor)

Leave A Reply

Your email address will not be published.