NATAL

Lestarikan Budaya Warisan Leluhur, Pemdes Bandung Ayu Rutin Gelar Latihan Barzanji Dan Seni Dendang

0

BENGKULU SELATAN – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun, Pemerintah Desa Bandung Ayu, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, secara rutin menggelar latihan kelompok Barzanji dan Seni Dendang.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah desa untuk memastikan tradisi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda.

Latihan yang dilaksanakan secara berkala tersebut melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda hingga masyarakat umum.

Selain menjadi wadah untuk melatih kemampuan melantunkan Barzanji dan Seni Dendang, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Bandung Ayu, Henderi Yono, mengatakan bahwa Barzanji dan Seni Dendang merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Bengkulu Selatan yang harus terus dijaga keberadaannya.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

“Barzanji dan Seni Dendang merupakan warisan budaya yang telah hidup sejak dahulu di tengah masyarakat kami. Pemerintah Desa Bandung Ayu berkomitmen untuk terus melestarikannya melalui latihan rutin agar tradisi ini tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Kami juga berharap generasi muda dapat mencintai dan ikut menjaga budaya yang menjadi kebanggaan daerah ini,” ujar Henderi Yono.

Barzanji sendiri merupakan lantunan puji-pujian sekaligus penceritaan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang dibacakan dengan irama dan nada yang khas.

Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu, termasuk masyarakat Bengkulu Selatan, dan biasanya dibawakan dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun adat.

Henderi menjelaskan bahwa tradisi Barzanji hingga kini masih sering dilaksanakan dalam berbagai acara penting di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus doa agar setiap hajatan mendapatkan keberkahan.

“Tradisi Barzanji biasanya digelar saat acara pernikahan, khatam Al-Qur’an, hingga akikah. Sedangkan Seni Dendang ditampilkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus hiburan pada pesta pernikahan. Tradisi ini memiliki makna yang sangat dalam karena menjadi bagian dari budaya masyarakat yang sudah diwariskan secara turun-temurun,” jelas Henderi.

Selain mempertahankan tradisi, latihan rutin tersebut juga bertujuan mencetak generasi penerus yang mampu memahami tata cara melantunkan Barzanji maupun Seni Dendang dengan baik dan benar. Dengan demikian, keberadaan budaya lokal tersebut tetap lestari dan tidak kehilangan ciri khasnya.

Pemerintah Desa Bandung Ayu berharap melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan ini, masyarakat semakin bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

Di tengah derasnya arus modernisasi, pelestarian budaya lokal dinilai menjadi tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.

Dengan adanya dukungan pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat, tradisi Barzanji dan Seni Dendang di Desa Bandung Ayu diharapkan akan terus berkumandang sebagai simbol kekayaan budaya dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Bengkulu Selatan. (thor)

Leave A Reply

Your email address will not be published.