BMKG Prediksi Kemarau Panjang di Barru Berakhir Akhir Oktober, DPR RI Teguh Iswara Suardi Ingatkan Waspada Banjir
Barru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau panjang yang melanda Kabupaten Barru akan berakhir pada akhir Oktober 2026. Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Komisi V, Teguh Iswara Suardi, saat menyerahkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Palakka, Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).
Teguh mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG, musim kemarau sebenarnya sudah lewat dan sejumlah wilayah di Barru mulai turun hujan.
“Kami sudah diskusi dengan BMKG, insyaallah akhir Oktober ini sudah memasuki musim hujan, sebenarnya musim kemarau sudah lewat, dan ada juga beberapa desa sudah mulai turun hujan dan secara bertahap sudah memasuki musim penghujan,” ujar Teguh.
“Jadi masa kekeringan ini sudah terlewatkan dan mudah-mudahan ke depannya tidak mengalami kekeringan,” tambahnya.
Meski demikian, Teguh mengingatkan agar pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem setelah kemarau panjang.
“Biasanya kalau sudah mengalami kemarau panjang, saya dengar dari BMKG, biasanya dibarengi musim hujan yang intens juga. Ini harus diantisipasi juga karena dari kekeringan malah menjadi kebanjiran juga, ini selalu kami koordinasikan di kementerian, bukan hanya di BMKG tapi juga di PU dan Perhubungan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi bencana, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan bersama Basarnas di Kabupaten Barru.
“Kami juga sosialisasi secara bertahap, bahkan kami punya program menyasar pelatihan bersama Basarnas, beberapa kali kami sudah melakukan pelatihan di Barru sebagai perpanjangan tangan dari Basarnas,” ungkapnya.
“Ketika terjadi bencana misalnya mereka bisa memberikan pertolongan pertama bencana, pencarian orang hilang misalnya. Kami punya cabang juga di Kota Parepare itu yang siap membantu ketika terjadi masalah di Barru. Itu sosialisasinya bukan hanya Basarnas tetapi juga dari BMKG,” pungkas Teguh.(Ul)
