NATAL

OLIGARKI MELUMPUHKAN DEMOKRASI

0

Oleh: Alfian Polla Daini

Filsuf Perancis Montesquieitu dalam bukunya  the spirit of the laws  1748. Trias politica adalah konsep pemisahan kekuasaan negara menjadi tiga cabang yang independen, namun saling mengawasi.

Sistem ini bertujuan mencegah konsentrasi kekuasaan untuk menghindari tirani.

Yang terjadi sekarang di Indonesia dan negara-negara lain, penguasa jadi pengusaha, pengusaha jadi penguasa.

Dalam konteks  Relasi Triangulasi  antara negara pasar dan masyarakat, masyarakat  Civil Society menjadi lemah dan dilemahkan, karena kolusi.

  

Antara negara, para penguasa pasar para pengusaha.

Berapa contohnya termasuk di negara kita pengusaha dan penguasa. Dalam konteks  Trias politica Montesquieitu itu sudah bertentangan dari aspek utama suatu demokrasi.

Kemudian tidak bisa negara pasar masyarakat di kuasai oleh dia lagi dan dia lagi, Oligarki itu  maaf” selalu buruk bagi demokrasi tidak ada Oligarki yang demokratis.

Mau dipakai kosmetik apapun yang namanya Oligarki itu yang akan bela kepentinganya sendiri  dan kelompoknya. Tidak mungkin Oligarki membela kepentingan masyarakat.

Apalagi Sekarang ini sedang gemarnya politik  pencitraan.  Apakah pemimpin yang  benar-benar mencintai masyarakatnya? Atau pura-pura  peduli pada rakyatnya!Masuk gorong goronglah, masuk Sungai lah membuat terharu termasuk saya juga.

Kelihatan pemimpin hebat dan itu harus saya akui.

Ada pemimpin sedemikian itu masuk gorong – gorong dan sebagainya. Tapi apa yang terjadi?

Lupakan semua theory dan Konsep, cukup kita lihat dengan kasat mata saja orang-orang yang kita harapapkan membawa Negeri ini menjadi lebih demokratis justru Oligarki utama. Dan saya khawatir, semoga saya salah menduga, saya senang kalau dugaan saya salah.

Kalau militer ikut berpolitik dan dikuasai oleh Oligarki yang sama, maka tamatlah Riwayat demokrasi di negara itu.

Kita tidak perlu baca buku yang banyak-banyak. Contohnya Hari ini Jenderal  A di Mutasi besoknya  di ganti kebijakan itu  tanda-tanda zaman.

Karena militer itu Seharusnya bukan bagian dari penguasa tapi kemudian militer sudah nurut ke Oligarki itu akan Sulit.

Dan kemudian aparat penegak hukum juga ikut ikutan di Intervensi wah” korup berpontensi dan repot untuk di hindari.

Kemudian ini menjadi pertanyaan buat kita, semua untuk apa kita belajar seperti ini? para mahasiswa dan mahasiswi juga akan ada pertanyaan dalam benak mereka, dengan kenyataan saat ini. Beda dengan apa yang mereka ketahui di bangku kuliah.

Tapi masalah bukan hanya kita tahu saja dan kemudian setelah kita tahu terus kita buat apa? Itu masalahnya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.