Pemkab Pasuruan Buka Pendopo Gratis untuk Jamaah Haul ke-45 KH Abdul Hamid
PASURUAN — JATIM || Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengambil langkah pelayanan bagi masyarakat dalam rangka menyambut puncak peringatan Haul ke-45 Al-Maghfurlah Al-‘Arif Billah KH. Abdul Hamid bin Abdulloh Umar. Kompleks Pendopo Kabupaten Pasuruan dibuka dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Peringatan haul ulama kharismatik tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/8/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi atau Simtudduror setelah salat Subuh, Jumat sekitar pukul 05.00 WIB, di Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan.
Sementara acara puncak dijadwalkan berlangsung Sabtu mulai pukul 07.00 WIB.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, kompleks Pendopo Nyawiji Ngesthi Wenganing Gusti yang berada di kawasan Alun-Alun Pasuruan disiapkan sebagai salah satu lokasi pelayanan bagi jamaah.
“Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyediakan parkir gratis untuk kendaraan roda dua maupun roda empat bagi para jamaah. Selain itu, kami juga menyediakan konsumsi gratis seperti snack, kopi, wedang pokak, hingga air mineral,” ujar Rusdi Sutejo.
Sejumlah fasilitas juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan jamaah selama berada di kawasan pendopo.
Gedung Segoropuro disiapkan sebagai tempat beristirahat bagi para kiai dan tamu undangan. Sementara area Pendopo Kabupaten telah dilengkapi karpet untuk digunakan jamaah umum sebagai tempat beristirahat dan bersantai.
Pemkab Pasuruan juga menyiapkan Gedung Mbah Ratu sebagai ruang khusus bagi ibu yang membawa balita, termasuk untuk menyusui maupun memenuhi kebutuhan bayi.
Selain itu, fasilitas ibadah dan sanitasi seperti musala, tempat wudu, serta MCK di lingkungan pendopo juga dapat digunakan oleh para jamaah.
Pemkab Pasuruan berharap penyediaan berbagai fasilitas tersebut dapat membantu memberikan rasa nyaman dan memudahkan jamaah selama mengikuti rangkaian peringatan Haul ke-45 KH. Abdul Hamid.
Peringatan haul tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang jasa, keteladanan, serta perjuangan dakwah KH. Abdul Hamid yang hingga kini masih menjadi panutan bagi umat di Kota Pasuruan dan sekitarnya.(AL)

