Gelar Reses di Sebani, Akhmad Rifai Tekankan Pembangunan SDM Menuju Penguatan Ekonomi Masyarakat
KOTA PASURUAN – JATIM || Anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi Partai Golkar, Dr. (C) Ahmad Rifai, S.H., M.H., menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Rifai saat melaksanakan reses kedua untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Gadingrejo, Kota Pasuruan, Rabu (19/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rifai menilai kondisi infrastruktur di Kota Pasuruan secara umum sudah relatif baik. Karena itu, menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ekonomi masyarakat harus mendapat perhatian lebih besar.
“Kalau bisa, aspirasi itu jangan selalu melekat pada pembangunan infrastruktur. Kota itu hampir semua infrastrukturnya sudah bagus. Yang lebih penting adalah pembangunan sumber daya manusia,” ujar Ahmad Rifai.
Ia menilai SDM yang kuat dan memiliki keterampilan akan menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menghadapi kondisi ekonomi serta perubahan situasi global yang semakin kompleks.
Menurutnya, aspirasi masyarakat terkait pelatihan dan peningkatan keterampilan perlu dibuat lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kalau pelatihan bisa dilakukan di kelurahan, sehingga spesifik antara satu dengan yang lain. Ini bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang bisa berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Ahmad Rifai juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tetap mengikuti mekanisme perencanaan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
Ia mengatakan, keterlibatan DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat tetap penting, namun tidak semestinya mengambil alih seluruh proses perencanaan pembangunan yang telah berjalan melalui Musrenbang.
“Pembangunan itu sebaiknya dilahirkan dari kelurahan, dari hasil rapat mulai dari tingkat RT dan RW. Setelah itu dibawa ke Musrenbang kelurahan, kemudian diverifikasi di tingkat kecamatan hingga kota. Karena anggaran kita terbatas, tentu harus ada skala prioritas,” jelasnya.
Selain persoalan peningkatan SDM, dalam reses tersebut masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Pasuruan yang selama ini dinilai belum optimal.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah aset di kawasan sebelah barat SPBU Karangketuk yang disebut telah lama tidak dimanfaatkan.
Ahmad Rifai menilai aset tersebut sebenarnya dapat diberdayakan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan UMKM.
“Bisa digunakan untuk perbaikan UMKM, bisa disewakan kepada masyarakat untuk usaha servis motor, tempat usaha, maupun stand-stand. Daripada aset itu mangkrak, lebih baik dimanfaatkan,” ungkapnya.
Menurut dia, kerja sama dengan pihak ketiga dapat menjadi salah satu opsi untuk mengoptimalkan aset pemerintah sekaligus mengurangi beban biaya pemeliharaan.
Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan aset melalui pihak ketiga harus didukung perjanjian yang jelas dan konkret agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Dalam menjaga aset, salah satu cara yang bagus adalah melalui pihak ketiga dengan perjanjian yang konkret. Jangan sampai perjanjiannya abstrak dan berkepanjangan, karena nanti bisa menjadi dinamika di belakang,” tegasnya.
Ahmad Rifai memastikan seluruh masukan masyarakat dalam reses tersebut akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait sesuai kewenangan yang dimiliki DPRD.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan warga tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan memperkuat perekonomian warga di wilayah Dapil IV Gadingrejo.(AL)

