BOLMONG,DUMOGA — Siapa sangka, desa yang dulu mungkin hanya dikenal sebagai nama di peta, kini berubah menjadi pusat perhatian yang hangat, ramah, dan penuh semangat. Sosok di balik perubahan besar wajah Desa Pinobatuan itu adalah seorang sangadi Jenni Poluan. Dengan visi besar dan tekad yang tak goyah, ia mengubah citra desa ini menjadi tempat yang terbuka, menyambut, dan memikat hati siapa pun yang datang dari luar.
Lewat olahraga, Kepala Desa Jenni Poluan membuka pintu desa lebar-lebar.
Jenni Poluan membuktikan bahwa olahraga bukan sekadar pertandingan atau kemenangan semata, melainkan jembatan persaudaraan, kebanggaan, dan kemajuan. Saat ini, Turnamen Terbuka Bulutangkis sedang berlangsung, memadati desa dengan tawa, sorak-sorai, dan semangat para atlet yang datang dari berbagai penjuru. Suara raket yang memukul kok tak lagi sekadar bunyi permainan, melainkan melodi kebangkitan desa yang mulai bersinar.
Namun, kehebatan tak berhenti di situ. Kabar yang menggembirakan datang dari cabang sepak bola. Sebuah Turnamen Sepak Bola dengan total hadiah fantastis mencapai 325 Juta Rupiah tengah digelar. Angka yang luar biasa, yang tak hanya memikat para pemain, tetapi juga membuktikan bahwa Desa Pinobatuan di bawah kepemimpinannya kini berani melangkah sejauh mana pun, berani bermimpi setinggi langit.
Kepala Desa Jenni Poluan Sangadi telah membuktikan satu hal: Desa Pinobatuan bukan lagi desa yang sunyi. Ia kini menjadi desa yang ramah, bersahabat, dan penuh kehangatan bagi siapa pun yang melangkahkan kaki ke tanahnya.
Lewat lapangan olahraga yang menjadi saksi, nama Pinobatuan kini terukir bukan hanya sebagai sebuah desa, melainkan sebagai simbol semangat, persatuan, dan masa depan yang gemilang.
“Disini, setiap orang disambut layaknya keluarga. Di sini, olahraga menjadi alasan untuk tersenyum, bersatu, dan bangga. Dan di sinilah, di bawah langit Pinobatuan yang cerah,” ujarnya kepada wartawan media ini.
Ia juga mengatakan selain alat pemersatu, digelarnya kegiatan ini merupakan momentum memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, lanjutnya olahraga tak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet serta menumbuhkan semangat sportivitas para pecinta olahraga bulutangkis dalam menyambut peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun.
“Melalui turnamen ini kami berharap lahir atlet-atlet bulutangkis berbakat dari Sulawesi Utara dan Bolmong Raya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI,” ujar Jenni Poluan.
Dengan total hadiah puluhan juta rupiah, Open Turnamen Bulutangkis Sulut dan Bolmong Raya Sangadi Tambun Cup 2026 diharapkan mampu menarik partisipasi atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara serta menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di wilayah Bolaang Mongondow Raya. (Andong)

