NATAL

Pemkab Bengkulu Selatan Optimistis Hidupkan Kembali Kejayaan Kelapa, Dapat Lampu Hijau Kementan

0

BENGKULU SELATAN – Harapan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mengembalikan kejayaan komoditas kelapa atau niur mulai menemukan titik terang.

Program pengembangan tanaman kelapa yang sebelumnya terkendala persoalan penyediaan lahan kini memperoleh dukungan positif dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dukungan tersebut muncul setelah adanya penyesuaian skema penyediaan lahan yang menjadi salah satu syarat utama pelaksanaan program.

Jika sebelumnya lahan seluas 100 hektare harus berada dalam satu hamparan, kini ketentuan tersebut lebih fleksibel karena dapat dipenuhi melalui beberapa hamparan yang tersebar di berbagai wilayah.

Kebijakan baru ini menjadi angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dengan sistem tersebut, Pemerintah Daerah tidak lagi dibebani kewajiban menyediakan lahan dalam satu kawasan besar, sehingga peluang percepatan realisasi program semakin terbuka.

Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, mengungkapkan bahwa komitmen pemerintah pusat terhadap program tersebut sudah semakin nyata.

Hal itu dibuktikan dengan kunjungan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI yang datang langsung untuk melihat kesiapan daerah.

“Program ini diharapkan menjadi pendorong perekonomian masyarakat di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang,” ujar Rifai, Minggu (31/05/2026).

Menurut Rifai, pengembangan tanaman niur nantinya tidak harus terpusat pada satu lokasi tertentu.

Pemkab akan mengoptimalkan berbagai potensi lahan yang telah tersedia sehingga pelaksanaannya lebih mudah dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Ia menjelaskan, lahan yang dapat dimanfaatkan antara lain pekarangan rumah warga, kebun sawit dengan pola tumpang sari, lahan pertanian tanaman pangan, hingga kawasan sepadan pantai yang memiliki karakteristik cocok untuk pertumbuhan tanaman kelapa.

Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mempercepat pengembangan komoditas kelapa di daerah.

Pemerintah daerah pun optimistis langkah ini dapat menjadi awal kebangkitan kembali tanaman niur yang pernah menjadi salah satu komoditas unggulan Bengkulu Selatan.

Dukungan terhadap program tersebut juga diperkuat oleh hasil komunikasi dengan pemerintah pusat. Dalam sejumlah pertemuan, kelapa asal Bengkulu Selatan mendapatkan apresiasi karena kualitasnya yang dinilai memiliki daya saing tinggi.

Bahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Menteri Pertanian RI, kelapa atau niur asal Bengkulu Selatan disebut memiliki kualitas yang sangat baik dan berpeluang besar memasuki pasar ekspor dalam bentuk kelapa kupas.

Melihat peluang tersebut, Pemkab Bengkulu Selatan mulai mempersiapkan berbagai langkah pendukung. Selain pengadaan bibit unggul, pemerintah juga berencana memberikan pelatihan budidaya kepada petani serta membantu membuka akses pemasaran agar hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Program pengembangan niur ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali komoditas yang sempat meredup, tetapi juga menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat.

Di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit, keberadaan tanaman kelapa diyakini mampu mendorong diversifikasi usaha perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.

Apabila program berjalan sesuai target, pengembangan niur diperkirakan akan menciptakan peluang kerja baru mulai dari sektor budidaya, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan hasil untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan terbukanya peluang pasar internasional, Bengkulu Selatan optimistis dapat mengembalikan kejayaan komoditas kelapa sebagai salah satu penopang ekonomi daerah di masa mendatang. (thor/adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.