DPW NasDem Sulsel Tolak Pemberitaan Tendensius, Konsolidasi Perlawanan Moral Kader

Barru – Pernyataan sikap terbuka Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Selatan dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Barru, mengutuk keras kepada Media Tempo terkait pemberitaan dan sampul majalah yang menyeret Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Majalah Tempo menyoroti dinamika internal NasDem, termasuk isu yang dikaitkan dengan wacana penggabungan partai.
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua DPD Nasdem Kabupaten Barru, Suardi Saleh, saat Konferensi Pers di Rumah Aspirasi, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi selatan, Rabu (15/04/2026).
“Sehubungan dengan pemberitaan dan sampul majalah yang menyeret Partai NasDem dalam narasi yang tendensius dan manipulatif, DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan bersama seluruh DPD Partai NasDem se-Sulawesi Selatan menyatakan sikap sebagai berikut,” ungkap Suardi Saleh.
Ia menyampaikan ke 6 Poin pernyataan Sikap Resmi NasDem Sulsel:
1. Menolak Framing Menyesatkan
NasDem menilai pemberitaan telah bergeser menjadi framing tendensius, penghakiman sepihak tanpa fakta utuh, dan upaya membangun persepsi bahwa politik semata transaksi kekuasaan. “Ini bentuk penyederhanaan berbahaya yang mencederai akal sehat publik,” tegas Suardi Saleh.
2. Kecam Keras Narasi yang Merendahkan Parpol
Metafora yang menyamakan partai politik dengan korporasi disebut sebagai pelecehan terhadap institusi demokrasi dan pengerdilan makna partai. “Partai politik bukan perusahaan. Partai adalah wadah perjuangan gagasan, ideologi, dan harapan rakyat,” ujarnya.
3. Ingatkan Batas Kebebasan Pers
NasDem menghormati kebebasan pers, namun mengingatkan kebebasan tanpa tanggung jawab adalah penyalahgunaan. “Pers wajib mencerahkan, bukan menyesatkan. Kritik harus berbasis fakta, bukan spekulasi dramatis,” kata Suardi.
4. Desak Klarifikasi dan Tanggung Jawab Moral
NasDem mendesak klarifikasi terbuka ke publik, evaluasi serius terhadap produk jurnalistik yang melampaui batas etika, serta penghormatan terhadap prinsip _cover both sides_ dan akurasi informasi.
5. Konsolidasi Perlawanan Moral Kader
Seluruh DPD NasDem se-Sulsel akan melakukan konsolidasi gerakan politik dan moral. “Ini bukan sekadar pembelaan partai, tetapi perlawanan terhadap upaya pembentukan opini publik yang menyesatkan. Kami tidak akan diam ketika marwah politik direduksi jadi komoditas narasi,” tegasnya.
6. Pesan ke Publik
NasDem mengajak masyarakat lebih kritis membaca produk media, tidak mudah terpengaruh framing sensasional, dan menjaga rasionalitas. “Demokrasi sehat lahir dari publik yang sadar, bukan publik yang digiring.
“Kami tidak anti kritik. Namun kami menolak keras manipulasi persepsi yang merusak kepercayaan publik. Jika demokrasi dikendalikan narasi tidak bertanggung jawab, yang runtuh bukan hanya citra partai, tapi kepercayaan terhadap sistem. Di titik itu, kami memilih berdiri, bersuara, dan melawan,” tutup Suardi Saleh.
Sementara Redaksi Tempo sudah menyampaikan permohonan maaf terhadap pemberitaan.


