Bupati Barru Menghadiri Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Operator Alat Berat
Barru — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri sekaligus membuka Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Operator Alat Berat yang digelar melalui kerja sama Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUTR PERKIM) Kabupaten Barru.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dinas PUTR PERKIM Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (30/9/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja konstruksi lokal di Kabupaten Barru.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Kepala Dinas PUTR Perkim Kab.Barru Indrajaya Andi Djamro, ST,ajaran Dinas PUTR PERKIM Kabupaten Barru, para instruktur dan asesor, serta peserta pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi operator alat berat.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina menyampaikan apresiasi kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar dan Dinas PUTR PERKIM Kabupaten Barru yang telah bersinergi menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting karena kebutuhan terhadap tenaga kerja konstruksi yang kompeten akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan pembangunan infrastruktur dan kawasan industri di Kabupaten Barru.
“Selama ini, jika ada pekerjaan konstruksi di Barru, terkadang operator alat berat yang digunakan berasal dari luar karena teman-teman kita di Barru belum memiliki sertifikasi. Nah, inilah salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Andi Ina.
Bupati menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi bukti bahwa tenaga kerja benar-benar memiliki kemampuan dan memenuhi standar yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan.
Terlebih, pekerjaan sebagai operator alat berat memiliki risiko yang cukup tinggi sehingga membutuhkan keahlian khusus, ketelitian, kedisiplinan serta pemahaman terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya fisik bangunan yang berdiri, tetapi juga dari proses pelaksanaannya yang aman, tertib dan mengutamakan keselamatan kerja para pekerja,” tegasnya.
Andi Ina juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menyerap seluruh ilmu yang diberikan oleh instruktur maupun asesor, baik mengenai teknik pengoperasian alat berat maupun penerapan keselamatan kerja.
Ia berharap para peserta yang nantinya dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikasi dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan budaya zero accident atau nol kecelakaan kerja dalam setiap pekerjaan konstruksi di Kabupaten Barru.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam membuka dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan pembangunan dan investasi di Kabupaten Barru akan menghadirkan peluang kerja baru yang harus dipersiapkan dengan sumber daya manusia lokal yang memiliki kompetensi.
Bupati meminta Dinas PUTR PERKIM untuk terus memperhatikan tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan agar dapat terdata dan memperoleh kesempatan ketika terdapat kebutuhan tenaga kerja pada berbagai kegiatan konstruksi di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen penuh untuk terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Kalian harus mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri, di kampung halaman sendiri,” katanya.
Menurut Andi Ina, keberadaan lapangan kerja di daerah juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat karena memungkinkan tenaga kerja tetap dekat dengan keluarga tanpa harus mencari pekerjaan hingga ke daerah lain.
Ia berharap melalui program pelatihan vokasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, tenaga kerja lokal Barru memiliki daya saing tinggi dan mampu terserap dalam berbagai proyek strategis.
“Jangan pernah berhenti belajar dan mengasah kapasitas diri. Jangan hanya berpatokan pada apa yang kita dapatkan hari ini, tetapi terus kembangkan pengetahuan dan pengalaman,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, khususnya Kepala Balai yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, serta Dinas PUTR PERKIM Kabupaten Barru beserta seluruh jajaran yang telah membangun sinergi dan kolaborasi.
Ia berharap program penguatan sumber daya manusia di bidang konstruksi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.
“Ini juga menjadi komitmen saya kepada masyarakat Barru untuk menyediakan lapangan kerja dan bagaimana anak-anak Barru bisa menjadi tuan rumah di kampung halamannya sendiri,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati Andi Ina mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya karena kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut didukung melalui pembiayaan APBD dan APBN.
“Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Serap seluruh ilmu yang diberikan, terus belajar, terus tingkatkan kompetensi dan selalu utamakan keselamatan dalam bekerja,” pungkasnya.
Sebelumnya Kepala Balai Jasa dan Konstruksi Wilayah VI Makassar Sitti Nurrusiah, ST., MT
menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan bagian penting dalam memastikan tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan profesional di sektor jasa konstruksi.
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, tenaga kerja konstruksi diwajibkan memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Pengguna maupun penyedia jasa konstruksi juga berkewajiban mempekerjakan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat.
“Ini bukan hanya sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja di sektor jasa konstruksi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sertifikat kompetensi kerja memiliki masa berlaku lima tahun. Karena itu, peningkatan kompetensi dan sertifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tenaga kerja tetap memiliki kapasitas yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia konstruksi.(humas)

