Langkah Cepat Pemprov Sulut, Perketat Sinergi Atasi Karhutla di Area Gunung Awu Sangihe
SULUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) tambah memperketat sinergi dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang terdeteksi sejak Sabtu (5/9/29).
Hal tersebut pula, jadi instruksi Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) sembari meminta instansi terkait mengambil langkah cepat dan terintegrasi demi melindungi warga.
“Keselamatan masyarakat adalah hal yang utama. Saya menginstruksikan seluruh jajaran agar langsung bergerak terpadu dan tidak berjalan masing-masing. Pantau perkembangan titik api, batasi pemukiman dan perkebunan warga dari rambatan api, serta siapkan seluruh bantuan yang diperlukan,”katanya.
Keterpaduan langkah bersama antara Pemprov Sulut, Pemkab Kepulauan Sangihe, BPBD, TNI-Polri, dinas kehutanan, hingga petugas pemadam turut dipertegas ditambah.
Sembari berujar, jika upaya lewat jalur darat menemui kendala, pemetaan kebutuhan bantuan dari pemerintah pusat akan segera diajukan.
Pasalnya, di kondisi kebakaran itu, jalur medan yang curam, tanaman yang mengering, terbatasnya akses jalan, serta kelangkaan air menjadi tantangan utama tim di lapangan.
Turut menanggapi itu melalui penerapan sistem satu komando dikatakan juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan AP MSi.
Menurutnya, instruksi Gubernur diimplementasikan lewat pola operasi terpusat.
“Arahan Gubernur sangat jelas ya, pergerakan kita harus berlandaskan satu data, satu komando, dan satu tindakan. Informasi mengenai sebaran api, area terdampak, arah angin, perkiraan cuaca, hingga kesiapan personel dan alat wajib diperbarui secara berkala sebagai acuan pengambilan keputusan,”tuturnya.
Lanjut dia, jalur pendakian ke Gunung Awu, kini sudah ditutup secara resmi. Hingga situasi dipastikan aman. Pemprov Sulut turut mengimbau warga agar tidak membakar lahan, menjauhi titik rawan, dan segera melapor jika melihat kepulan asap baru.
“Penanganan karhutla memprioritaskan keselamatan warga, penghentian penyebaran api, dan pemulihan kawasan Gunung Awu melalui kerja sama pemerintah, aparat, serta kesadaran masyarakat,”jelasnya.
Terkait itu, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari SE MM membenarkan bahwa situasi ini sudah dilaporkan langsung ke Gubernur.
“Mengingat sulitnya jangkauan di darat, pihak Pemkab berharap ada dukungan armada pemadaman udara (water bombing) dari Pemprov maupun BNPB,” ungkapnya.

