NATAL

Ketua TIDAR Sulut Standius Bara Prima Datangi Langsung Rumah Para Korban Drag Race Kotamobagu

0

SULUT – Lima hari setelah musibah maut pada ajang Open Tournament Drag Race & Drag Bike di Kelurahan Upai, riuh lintasan dan sorotan publik perlahan mulai mereda.

Namun, di rumah-rumah keluarga korban di Kotamobagu dan sekitarnya, duka mendalam masih belum beranjak.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara, Standius Bara Prima, memilih datang langsung mengetuk pintu rumah-rumah keluarga korban pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Sebelum tiba di Kotamobagu menjelang subuh, Standius terlebih dahulu menyempatkan diri melihat kondisi sejumlah korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Dari Manado, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah duka keluarga korban di wilayah Kotamobagu dan sekitarnya.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Standius hadir bersama rombongan yang terdiri dari Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, anggota DPRD Sulawesi Utara Dhea Lumenta, Ketua Panitia Drag Race Lucky Sugeha, Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta, serta pengurus TIDAR Sulut dan Kotamobagu.

Rangkaian kunjungan diawali di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, lalu berlanjut ke Desa Pontodon.

Di Pontodon, kedatangan rombongan diterima langsung oleh Sangadi Mulyono Mokodompit bersama pihak keluarga korban.

Perjalanan emosional ini kemudian diteruskan ke beberapa rumah keluarga korban lainnya, termasuk hingga ke wilayah Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Ketua TIDAR Sulut Standius Bara Prima duduk bersama keluarga korban meninggal insiden Drag Race Kotamobagu, mendengarkan cerita kehilangan mereka, serta menyampaikan belasungkawa dan santunan duka cita secara langsung.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, keluarga bisa menerima kami dengan baik,” kata Standius usain kunjungan disalah satu rumah keluarga korban di Desa Bilalang III.

Menurut Standius, TIDAR tidak baru bergerak setelah beberapa hari tragedi berlalu.

Sejak hari pertama, komunikasi dengan pengurus TIDAR di Kotamobagu telah dilakukan untuk memastikan korban dan keluarga mendapat pendampingan.

Panduan Kota & Daerah

“Kami dari TIDAR sejak hari pertama sudah selalu berkomunikasi dengan teman-teman di Kotamobagu untuk mendampingi keluarga dan korban,” katanya.

Ia mengatakan, Komitmen dan Kehadiran di Tengah Duka Kehadiran TIDAR Sulut dalam momentum ini tidak lepas dari posisi organisasi tersebut sebagai salah satu pihak sponsor dalam penyelenggaraan ajang balap yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 lalu.

“Kami akan selalu support dari segi pendampingan, baik korban maupun keluarganya,” katanya.

Namun, ia memastikan TIDAR tidak akan menghilang setelah suasana duka mereda. Organisasi itu, kata dia, akan tetap mengikuti perkembangan penanganan korban dan proses hukum yang berlangsung.

Ia ingin TIDAR dikenang bukan hanya sebagai salah satu pihak yang mendukung kegiatan, tetapi juga sebagai organisasi yang hadir ketika musibah terjadi.

“TIDAR bukan hanya sampai hari ini. Kapan pun, kami akan selalu hadir,” ujar Standius

Leave A Reply

Your email address will not be published.