NATAL

DLH Pasuruan Benahi Instalasi Air Lindi TPA Wonokerto, Tekan Risiko Pencemaran Lingkungan

0

PASURUAN — JATIM || Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto. Salah satu fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan instalasi pengolahan air lindi agar dapat berfungsi lebih maksimal sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M Nur Kholis, mengatakan pembenahan dilakukan setelah ditemukan sejumlah bagian sistem pengolahan lindi yang belum bekerja secara optimal. Kondisi tersebut membuat aliran air lindi belum seluruhnya masuk ke instalasi pengolahan.

“Sekarang kami sedang memperbaiki instalasi lindi. Harapannya, kolam lindi bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga pengelolaan limbah cair menjadi lebih optimal,” ujar Kholis, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, air lindi terbentuk dari proses pembusukan sampah maupun air hujan yang meresap ke dalam tumpukan sampah. Seiring meningkatnya volume sampah dan curah hujan, jumlah lindi yang dihasilkan juga dapat bertambah sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang memadai.

Karena itu, DLH melakukan pembangunan dan perbaikan jalur aliran lindi menuju instalasi pengolahan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh air lindi mengalir melalui jalur yang semestinya sebelum menjalani proses pengolahan.

“Yang kami benahi sekarang adalah bagaimana lindi bisa mengalir melalui jalur yang benar menuju instalasi pengolahan. Dengan begitu, potensi dampak pencemaran lingkungan dapat ditekan,” jelasnya.

Selain membenahi saluran, DLH juga melakukan peningkatan pada teknologi pengolahan air lindi. Sistem tersebut akan memadukan proses mekanis dan kimiawi untuk memisahkan kandungan padat dari air limbah.

Pada tahap awal, air lindi akan diberikan bahan kimia tertentu untuk mengikat partikel pencemar. Setelah itu, endapan yang terbentuk dipisahkan melalui proses mekanis sehingga kualitas air dapat diperbaiki sebelum memasuki tahapan pengolahan selanjutnya.

“Prinsipnya, limbah diproses agar padatan dan airnya terpisah. Dengan metode tersebut, potensi pencemaran lingkungan bisa diminimalkan,” kata Kholis.

Pekerjaan pembenahan di TPA Wonokerto tidak hanya menyasar instalasi pengolahan lindi. Proyek juga mencakup pembangunan dan perbaikan jaringan saluran lindi menggunakan U-Ditch, rehabilitasi bangunan instalasi pengolahan air lindi (IPAL), pembangunan area pre-treatment, serta optimalisasi sistem pengolahan limbah.

Selain itu, turut dibangun fasilitas pencucian kendaraan operasional TPA untuk mendukung kebersihan dan pengelolaan aktivitas di kawasan tersebut.

DLH juga menyiapkan pemasangan paranet di sejumlah area TPA. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah ringan yang berpotensi beterbangan dan terbawa angin ke lingkungan sekitar.

Kholis menambahkan, pembenahan instalasi pengolahan lindi menjadi salah satu prioritas karena merupakan bagian dari rekomendasi hasil evaluasi pengelolaan TPA.

Dengan perbaikan sistem tersebut, pengelolaan sampah di TPA Wonokerto diharapkan semakin tertata dan mampu memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, mandor pelaksana proyek, Wahab, menyampaikan bahwa pengerjaan di lapangan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Hingga awal Agustus 2026, progres pekerjaan sipil disebut telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan saluran, rolak, hingga pengecoran lantai.

“Pekerjaan sipil seperti pembangunan saluran, rolak, dan pengecoran lantai sudah sekitar 60 persen. Setelah ini dilanjutkan dengan pemasangan konstruksi baja,” pungkas Wahab.(AL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.