NATAL

Pembangunan Jembatan Bok Wedi Melampaui Target, Komisi III DPRD Kota Pasuruan Lakukan Sidak

0

PASURUAN – JATIM || Proyek Jembatan Bok Wedi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Hingga Kamis (30/7/2026), realisasi pekerjaan telah mencapai 73 persen atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 69 persen.

Komisi III DPRD Kota Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar kualitas, serta memberikan manfaat dalam penanganan banjir di kawasan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko, mengatakan hasil sidak menunjukkan pekerjaan berlangsung lebih cepat dari rencana. Menurutnya, percepatan itu diperoleh berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas.

“Setelah kami melihat langsung di lapangan dan berdiskusi dengan BBPJN, kontraktor, maupun pengawas, kami optimistis pekerjaan ini akan selesai lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peninggian Jembatan Bok Wedi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini sering terjadi di kawasan Jalan Ir. H. Juanda. Meski demikian, upaya penanganan banjir tetap harus didukung dengan normalisasi sungai secara berkala oleh instansi terkait.

Suci juga mengingatkan agar percepatan pekerjaan tidak mengurangi mutu konstruksi. Ia berharap proyek dapat selesai tepat waktu sehingga arus lalu lintas di jalur nasional Pantura kembali normal dan masyarakat tidak lagi terganggu akibat genangan saat musim hujan.

“Yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi kualitas pekerjaan harus tetap menjadi prioritas. Ke depan juga direncanakan peninggian rel kereta api pada tahun 2027 agar penanganan banjir lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Dwi Bagus, menyampaikan bahwa progres pekerjaan hingga akhir Juli telah mencapai 73 persen atau surplus sekitar 4 persen dari target yang ditetapkan sebesar 69 persen.

Menurutnya, jika percepatan ini dapat dipertahankan, akses kendaraan di Jembatan Bok Wedi ditargetkan sudah dapat dibuka kembali pada 10 September 2026, lebih awal dibanding jadwal penyelesaian semula yang diproyeksikan pada November.

“Alhamdulillah pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Kami menargetkan jembatan ini sudah bisa dilalui kendaraan pada 10 September mendatang,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu kelancaran pelaksanaan proyek sehingga proses pembangunan dapat difokuskan pada percepatan penyelesaian.

Proyek peninggian Jembatan Bok Wedi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas infrastruktur pengendali banjir di Kota Pasuruan. Selain meninggikan struktur jembatan, pekerjaan juga meliputi pembangunan saluran drainase dan sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.

Pembangunan tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai lebih dari Rp11 miliar, dan diharapkan mampu mengurangi banjir tahunan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di jalur Pantura.(AL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.