Pemkab Bolsel Komitmen Perangi Stunting

0

BOLSEL – Mewakili Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Hi. Iskandar Kamaru S.Pt, Asisten I Setda Ramli Abdul Madjid membuka pertemua LP/LS Kemitraan dan Forum Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting, Rembuk Stunting tahun 2020, bertempat Hotel Sultan Raja Kotamobagu, Kamis, (23/07/2020).

Asisten I dalam sambutannya mengatakan pemerintah pusat, daerah hingga desa terus berkerja sama serta terus meningkatkan perhatian dalam pencegahan percepatan penurunan angka bayi pendek (stunting).

Rembuk stunting ini dihadiri 32 kepala desa yang menjadi lokus stunting. Kegiatan ini berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 440/1959 SJ tentang Intervensi penurunan stunting terintergrasi Tahun 2018; Surat Mendagri Nomor 440/60/Bangda tentang pelaksanaan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten/Kota.

Selain itu ia menjelaskan hingga saat ini pemkab  terus komitmen dalam penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Bolsel dalam prevalensi stunting tahun 2017 = 50,1% (data Pemantauan Status Gizi); Tahun 2018 = 33,8% (data Riset Kesehatan Dasar); dan Tahun 2019 = 8,01% (Data input pada Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat yaitu 76% dari total sasaran balita yang ada di kabupaten.”Ini adalah sebuah instrument dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi, dalam penurunan stunting,” ujar Ramli.

Sementara itu, Lucky Ch. Makalalag koordinator kabupaten (Korkab) P3MD sekaligus tenaga ahli (TA) Partisipatif Pembangunan Kabupaten Bolsel, juga sebagai pemateri pada kegiatan tersebut mengatakan, dengan pertemuan rembuk stunting ini ia berharap bisa menghasilkan komitmen bersama untuk percepatan penanganan dan penurunan stunting.”Ini merupakan tanggung jawab bersama, karena stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak namun juga pertumbuhan cara berpikir bahkan dewasa nanti bisa mempengaruhi potensi generasi penerus dalam berkarya dan bekerja, sehingga berdampak pada perekonomian dan kemajuan daerah dimasa depan” ujar Lucky.

Di waktu yang sama, Kepada Dinas dr. Sadly Mokodongan mengutarakan kegiatan ini merupakan lanjutan rembuk stunting yang telah di buka bapak Bupati bolsel pada pekan lalu tentang pembahasan secara teknis lokus 32 kepala desa rembuk stunting tersebut.

Isu stunting atau kurangnya gizi pada anak yang mempengaruhi kurang maksimalnya pertumbuhan anak menjadi perhatian khusus kami berserta instansi SKPD lintas sektor bersama dalam  pencegahan stunting demi menjamin perkembangan dan hak hidup anak.”Harapan kami akan lahir regulasi dan kebijakan untuk bisa memaksimalkan penanganan Stunting di Bolsel,” pungkasnya.

Rudi

Leave A Reply

Your email address will not be published.