NATAL

RSUD Grati Gelar Bakti Sosial Gratis Operasi Katarak Selama tiga Hari

0

PASURUAN – JATIM|| RSUD Grati Gelar bakti Sosial Gratis Operasi Katarak Kegiatan sosial tersebut berlangsung selama tiga hari.Sebanyak 200 warga Kabupaten Pasuruan Pelaksanaan operasi secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, Kamis (1/10/2026).

Program ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Namun, tidak semua warga yang mengikuti pemeriksaan awal dapat langsung menjalani operasi.

Setiap calon pasien terlebih dahulu menjalani proses skrining untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan medis sebelum dilakukan tindakan.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesda P2KB) Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina menjelaskan, dari proses skrining yang dilakukan melalui sejumlah Puskesmas serta RSUD Grati dan RSUD Bangil, tercatat sebanyak 336 warga yang diperiksa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 orang dinyatakan memenuhi persyaratan medis untuk menjalani operasi katarak.

“Memang harus melalui skrining terlebih dahulu. Kami memastikan tidak ada penyakit penyerta atau kondisi lain yang mengharuskan pasien mendapatkan perawatan lanjutan,” kata Arma.

Menurutnya, pelaksanaan operasi tersebut melibatkan berbagai unsur. Di antaranya RSUD Grati, RSUD Bangil, Dinkesda P2KB, John Fawchett Foundation, 33 Puskesmas, PMI, serta Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Malang.

Untuk menangani seluruh pasien, sekitar 30 dokter mata turut dilibatkan. Para dokter tersebut dijadwalkan secara bergantian selama tiga hari mengingat tindakan operasi membutuhkan konsentrasi dan stamina yang cukup tinggi.

“Dokternya sekitar 30 orang dan dibagi selama tiga hari. Karena pekerjaannya cukup menguras energi, sehingga pelaksanaannya dibagi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, gangguan penglihatan akibat katarak tidak boleh dianggap sepele karena dapat menghambat aktivitas masyarakat. Di sisi lain, biaya operasi katarak juga menjadi salah satu kendala bagi sebagian warga.

“Bakti sosial operasi katarak ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengalami permasalahan pada mata. Katarak apabila dibiarkan bisa mengganggu penglihatan, sementara biaya operasi juga tidak murah,” ujar Shobih.

Pria yang akrab disapa Gus Shobih itu berharap seluruh warga yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan medis dapat memperoleh pelayanan secara optimal, mulai dari tindakan operasi hingga proses pemulihan.

Pemerintah daerah, lanjut dia, ingin pelayanan tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan gangguan penglihatan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Harapannya masyarakat penderita katarak yang memenuhi kriteria medis bisa mendapatkan operasi secara gratis. Dengan begitu fungsi penglihatannya dapat kembali membaik, kualitas hidup meningkat dan bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Salah satu peserta operasi, Sukandi, warga Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, mengaku bersyukur bisa mendapatkan layanan operasi tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ia mengatakan, gangguan pada mata kanannya mulai dirasakan sekitar tiga bulan terakhir. Penglihatannya semakin buram hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sudah sekitar tiga bulan mata kanan saya seperti tertutup dan penglihatannya buram. Saya bersyukur bisa mendapatkan operasi gratis. Terima kasih kepada Pemkab Pasuruan dan Pak Bupati Rusdi Sutejo,” ungkapnya.

Melalui bakti sosial tersebut, Pemkab Pasuruan berharap pelayanan kesehatan mata dapat semakin mudah dijangkau masyarakat, khususnya warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan tindakan operasi katarak.(AL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.