NATAL

RSUD Bangil Gelar Baksos Kesehatan, Puluhan Warga Ikuti Operasi Bibir Sumbing hingga Pemeriksaan ABUS

0

PASURUAN — JATIM || Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial (baksos), rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan tersebut menghadirkan sejumlah layanan kesehatan secara gratis, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Bangil itu meliputi operasi bibir sumbing, pemeriksaan Automated Breast Ultrasound (ABUS) untuk mendeteksi kelainan pada payudara, serta pemeriksaan Bone Mineral Densitometry (BMD) untuk mengetahui kepadatan tulang.

Baksos tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo. Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat bersama Ketua Komisi IV Andri Wahyudi, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Merita Rusdi Sutejo serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Plt Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Hesturini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan layanan kesehatan namun memiliki keterbatasan untuk mengakses pengobatan.

Menurut Dinar, pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah mengalami sakit. Rumah sakit juga memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif, termasuk memberikan akses pemeriksaan maupun tindakan medis yang dibutuhkan masyarakat.

“Baksos ini sebagai bentuk kepedulian RSUD Bangil dalam memberikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujar Dinar.

Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti masing-masing layanan. Untuk operasi bibir sumbing tercatat sebanyak 28 peserta.

Dari jumlah tersebut, 19 peserta merupakan warga Kabupaten Pasuruan. Sementara sembilan peserta lainnya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Malang, Kediri dan Sumenep.

Selain operasi bibir sumbing, sebanyak 24 orang mengikuti pemeriksaan ABUS. Seluruh peserta pemeriksaan tersebut merupakan warga Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan pemeriksaan BMD diikuti 25 peserta. Pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya deteksi dini terhadap kondisi kepadatan tulang sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan tulangnya dan melakukan langkah pencegahan maupun penanganan lebih lanjut apabila ditemukan masalah.

Dinar menegaskan, kegiatan baksos tersebut tidak sekadar menjadi agenda pelayanan kesehatan gratis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Bangil memperkuat fungsi sosial rumah sakit di tengah masyarakat.

“Melalui baksos kesehatan, RSUD Bangil tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan rumah sakit, tetapi juga memperkuat fungsi sosial institusi kesehatan yang hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap pelayanan semacam itu dapat terus memberikan manfaat dan menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus terkendala persoalan biaya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi pelaksanaan baksos yang digelar RSUD Bangil. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pelayanan kesehatan secara langsung.

Menurutnya, tiga layanan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni operasi bibir sumbing, pemeriksaan ABUS dan BMD, memiliki manfaat penting bagi masyarakat, baik dalam aspek pengobatan maupun deteksi dini.

“Yang terpenting adalah masyarakat dapat merasakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” kata Rusdi.

Ia berharap kegiatan pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga keberadaan fasilitas kesehatan milik pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.(AL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.