Akhmad Rifa’i Kawal Survei RTLH di Gentong dan Karangketug, Dorong Bantuan Bedah Rumah Tepat Sasaran
KOTA PASURUAN – JATIM || Upaya mendorong masyarakat mendapatkan hunian yang layak terus dilakukan. Anggota DPRD Kota Pasuruan, Dr. H. Akhmad Rifa’i, S.H., M.H., turun langsung mengawal survei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Gentong dan Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (29/8/2026).
Survei tersebut merupakan bagian dari proses pengusulan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui program “Bedah Rumah Merah Putih” dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kegiatan ini turut melibatkan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kementerian PKP, Kiky Agustin, S.T. dan Ayu Candra Puspita, S.T., serta Sertu Riza Zakaria dari Yonzipur 10 JP/2 Kostrad.
Dalam pelaksanaannya, tim mendatangi langsung rumah-rumah warga yang menjadi sasaran survei. Kondisi bangunan diperiksa, sementara data calon penerima bantuan juga dilakukan pendataan dan verifikasi sebagai bagian dari tahapan pengusulan program.
Akhmad Rifa’i menegaskan, turun langsung ke lapangan penting untuk memastikan kondisi rumah warga dapat diketahui secara nyata. Dengan demikian, bantuan yang nantinya diusulkan diharapkan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah karena program seperti ini sangat diharapkan masyarakat, terutama warga yang rumahnya sudah tidak layak. Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan agar masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian,” ujar Akhmad Rifa’i.
Menurutnya, hunian yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, tenaga pendamping masyarakat, serta seluruh pihak terkait agar program perbaikan rumah dapat memberikan manfaat secara nyata.
Sementara itu, TPM Kementerian PKP Kiky Agustin, S.T., menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data calon penerima bantuan dengan kondisi rumah sebenarnya di lapangan.
“Kami melakukan pendataan dan verifikasi secara langsung untuk mengetahui kondisi rumah warga. Harapannya, data yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga proses pengusulan bantuan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” jelas Kiky.
Ia berharap Program BSPS “Bedah Rumah Merah Putih” dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membantu mewujudkan hunian yang lebih aman, sehat dan layak bagi keluarga penerima manfaat.
Dengan turun langsung mengawal proses survei, Akhmad Rifa’i menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga ikut mengawal proses pendataan dan verifikasi agar kebutuhan warga mendapat perhatian dan peluang bantuan yang tepat sasaran.(AL)

