Ribuan Pesepeda Meriahkan Bromo KOM 2026, Wabup Pasuruan Promosikan Wisata Bromo dan Potensi Daerah
PASURUAN – JATIM || Bromo KOM 2026 resmi digelar dan kembali menjadi magnet bagi para pesepeda dari berbagai daerah hingga mancanegara. Ajang balap tanjakan legendaris menuju Gunung Bromo ini tidak hanya menghadirkan atmosfer olahraga yang kompetitif, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata dan penggerak ekonomi daerah.
Sebanyak lebih dari seribu cyclist dari berbagai komunitas berkumpul di pit stop Taman Ria Suropati, Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/6/2026) pagi.
Setelah beristirahat sejenak, para peserta kembali diberangkatkan menuju Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, oleh Wakil Bupati Pasuruan, M. Shobih Asrori atau yang akrab disapa Gus Shobih.
Dalam sambutannya, Gus Shobih mengajak seluruh peserta untuk menikmati pesona alam Kabupaten Pasuruan, khususnya keindahan jalur menuju Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Timur.
“Selamat menikmati keindahan alam menuju Gunung Bromo melalui wilayah Kabupaten Pasuruan. Kami berharap para peserta dapat mengajak keluarga dan kerabat untuk kembali berkunjung menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan Bromo KOM tidak hanya menjadi salah satu event sepeda paling bergengsi di Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah datang ke Kabupaten Pasuruan. Kehadiran ribuan pesepeda tentu memberikan manfaat ekonomi karena mereka berkunjung, berbelanja, dan menikmati berbagai produk unggulan daerah,” katanya.
Sementara itu, Founder Main Sepeda sekaligus Direktur Utama DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas dukungan yang diberikan terhadap penyelenggaraan Bromo KOM dari tahun ke tahun.
Ia menjelaskan, pemilihan Taman Ria Suropati sebagai lokasi pit stop dilakukan karena letaknya yang strategis dan lebih dekat dengan titik awal tanjakan kompetisi.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kota Pasuruan yang selalu memberikan dukungan setiap tahun. Semoga sinergi yang sudah terjalin dapat terus terjaga dan semakin kuat,” ungkap Azrul.
Bromo KOM XII tahun ini diikuti sekitar seribu peserta yang berasal dari 314 komunitas sepeda dan 14 negara. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, panitia melibatkan unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.
Seperti penyelenggaraan sebelumnya, peserta terlebih dahulu melakukan gowes bersama menuju pit stop di Taman Ria Suropati sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi Start KOM Challenge di kawasan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.
Dari titik tersebut, para peserta mulai menghadapi tantangan utama berupa segmen KOM Challenge sepanjang 24,6 kilometer menuju Wonokitri.
Jalur tanjakan ini memiliki elevasi total mencapai 1.634 meter dengan gradien maksimum hingga 20 persen, menjadikannya salah satu tanjakan paling ikonik dan menantang bagi para pesepeda di Indonesia.(AL)

