Dampak Hujan Deras dan Cuaca Buruk Mengakibatkan Bencana Alam Di Nias Selatan
.Nias Selatan – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Selatan sejak Selasa (04/03/2025) , mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah dinias Selatan.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan melaporkan setidaknya bencana ini tersebar di sedikitnya 16 titik lokasi di berbagai kecamatan yang berada di Nias Selatan.
Akibat curah hujan yang sangat deras menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menghambat aktivitas masyarakat,Salah satu kerusakan paling parah terjadi pada ruas jalan kabupaten Jl. Togizita yang putus total.
Kaban BPBD Nias Selatan, Arozatulo maduwu,spd. Menyampaikan bahwa ada beberapa desa yang mengisolasi masyarakat di sekitarnya , lanjutnya bahwa dalam penyampaian kaban BPBD Arozatulo maduwu menyatakan bahwa , ruas jalan ini merupaka akses utama masyarakat kecamatan Hilimegai.
Selain kerusakan pada infrastruktur jalan, tercatat satu rumah warga dalam kondisi rusak berat, tegasnya.
sementara itu diwilayah Kecamatan Boronadu kabupaten Nias Selatan, bencana banjir dan tanah longsor terdampak di wilayah Desa Balohili Gomo, Desa Sinar Helaowo dan Desa Perjuangan.
Dan Keruskan infrastruktur jalan, bangunan pengaman tebing di sungai gomo serta 4 unit rumah rusak berat.
Atas kejadian bencana tersebut Pemerintah Kabupaten Nias Selatan telah mengeluarkan status tanggap darurat selama 14 hari kedepan, untuk penangganan dampak bencana di beberapa Kecamatan Hilimegai, kecamatan Susua, kecamatan Aramo kecamatan Boronadu, kecamatan Gomo, kecamatan Mazino, kecamatan Onolalu, kecamatan Huruna,kecamatan Ulunoyo, kecamatan Teluk Dalam,kecamatan Fanayama, kecamatan Luahagundre kecamatan Maniamolo,kecamatan Lahusa, kecamatan Ulu Idano tae, kecamatan Idanotae dan Kecamatan Mazo.
Untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih besar BMKG Stasiun Meteorologi Binaka telah mengeluarkan peringatan dini Waspada banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat di wilayah Kepulauan Nias. Menurut Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Binaka Charles, ST.
Terpantau citra satelit tanggal 05 Maret 2025 pukul 01.00 UTC atau 08.30 WIB masih menunjukkan sebaran awan di sekitar Pulau Nias dan sekitarnya. Citra satelit tersebut menunjukkan suhu puncak awan -56 oC s/d -69 oC yang mengindikasikan adanya awan yang berpotensi mengakibatkan hujan sedang hingga lebat.
Berdasarkan analisis terhadap parameter cuaca yang memengaruhi wilayah Kepulauan Nias, wilayah Kepulauan Nias dalam 2-3 hari kedepan kisaran tanggal (05-07 Maret 2025) masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan dan sedang. Kondisi ini dapat berpotensi bencana hidrometeorologi yang dapat menyebabkan banjir bandang, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi.
Menyikapi kondisi tersebut diatas agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi khususnya banjir dan tanah longsor di wilayah Kepulauan Nias dan selalu mengikuti informasi dari Stasiun Meteorologi Binaka melalui media sosial BMKG Binaka.
Di akhir penyampaian kaban BPBD Nias Selatan Arozatulo Maduwu menghimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di area rawan bencana dan segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika terjadi tanda-tanda bencana lanjutan, Dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotongroyong dalam penanganan sementara kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor,ucapnya.
(VKZ)


