BENGKULU – Proyek strategis penggantian Jembatan Pulau Baai IB di Kota Bengkulu telah resmi diselesaikan oleh kontraktor pelaksana PT Fito Bersaudara Perkasa sesuai jadwal, sehingga akses vital yang menghubungkan sejumlah kawasan penting di Bengkulu kembali pulih dan bisa difungsikan secara optimal.
Penyelesaian pekerjaan ini menjadi momentum penting guna memulihkan konektivitas transportasi darat di wilayah bagian barat Sumatera yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik daerah.
Proyek penggantian jembatan yang terletak di rute strategis menuju Pelabuhan Pulau Baai, titik sentral arteri transportasi laut di Provinsi Bengkulu, dimulai sejak 10 April 2025 dan memiliki durasi kontrak sekitar 240 hari kalender.
Struktur jembatan baru ini dibuat dari beton bertulang dengan balok girder tipe I, panjang total sekitar ± 102 meter, serta lebar sekitar 11 meter, dirancang mampu menahan beban kendaraan besar seperti truk berat dan bus, sehingga tidak hanya memperkuat kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperlancar pengiriman barang dari dan menuju pelabuhan.
Sebelum pekerjaan dimulai, kondisi jembatan lama dinilai sudah tidak memadai lagi untuk menghadapi peningkatan arus kendaraan dan muatan barang, sehingga pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu memutuskan mengganti dengan struktur yang lebih kuat dan modern.
Pengerjaan itu diawasi secara ketat dan melibatkan koordinasi intensif antara PT Fito, BPJN, serta pihak pengawas proyek agar semua tahapan konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar keselamatan.
Direktur proyek dari PT Fito, Gilang menjelaskan bahwa tim bekerja tanpa henti, termasuk di akhir pekan, dengan menerapkan manajemen waktu yang efektif dan pengawasan mutu di setiap tahap.
“Menghadapi tantangan teknis di lapangan seperti cuaca dan kondisi material konstruksi, kami tetap memacu progres hingga akhirnya pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai rencana yang sudah ditetapkan sejak awal,” jelas Gilang.
Penyelesaian jembatan ini tidak hanya sekadar memenuhi target administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat konektivitas darat-laut yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Dengan beroperasinya jembatan ini, kendaraan angkutan barang dari pelabuhan dan wilayah hinterland sekarang dapat bergerak lebih lancar tanpa hambatan, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik masyarakat dan pelaku usaha di Bengkulu.
Jembatan baru ini dibangun dengan struktur beton bertulang yang kuat dan dilengkapi balok girder tipe I, dengan panjang total sekitar 102 meter serta lebar ± 11 meter.
Struktur ini dirancang untuk mampu menopang beban kendaraan besar termasuk truk angkutan berat dan bus, sehingga kapasitas lalu lintas kini jauh lebih baik dibandingkan kondisi jembatan lama yang sudah tidak memadai.
Gilang juga menggarisbawahi pentingnya konektivitas darat-laut bagi perekonomian Bengkulu.
Jembatan ini menjadi penghubung utama menuju Pelabuhan Pulau Baai, yang selama beberapa bulan terakhir menjalani proses normalisasi alur pelayaran agar kapal-kapal logistik dan penumpang bisa kembali beroperasi dengan baik.
Upaya normalisasi alur laut sendiri telah menunjukkan hasil yang positif sejak pertengahan 2025, sehingga mendukung kelancaran gerak barang dan orang dari luar daerah.
Warga dan pelaku usaha setempat menyambut baik rampungnya jembatan ini.
Bagi mereka, struktur jembatan yang baru bukan hanya berarti infrastruktur fisik semata, tetapi juga kepastian mobilitas yang lancar dan aman, yang berdampak langsung pada kegiatan ekonomi sehari-hari seperti distribusi logistik, akses sekolah, layanan publik maupun aktivitas perdagangan.
Aktivitas angkutan barang dari dan menuju pelabuhan misalnya, kini mengalami peningkatan efisiensi karena tidak lagi terhambat oleh kondisi jembatan sebelumnya yang terbatas kapasitasnya.
Penyelesaian proyek ini pun menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, dimana kolaborasi tersebut mampu menghadirkan hasil yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
Dengan selesainya penggantian Jembatan Pulau Baai IB, akses vital ke kawasan strategis dan jalur logistik utama di Bengkulu kini kembali normal, membuka peluang percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di masa mendatang. (thor)


