Diskominfo Kotamobagu Sukses Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Kota Cerdas atau Smart City Kota Kotamobagu tahap II

0

KOTAMOBAGU- Bimbingan teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Kota Cerdas atau Smart City Kota Kotamobagu tahap II (dua) sukses digelar.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotamobagu tersebut, berlangsung di aula kantor dinas setempat, 31 Juli hingga 1 Agustus 2023.

Kepala Dinas Kominfo Kotamobagu M. Fahri Damopolii S.Kom ME, mengatakan,  pelaksanaan Bimtek tahap II tersebut fokus pada perumusan visi-misi sekaligus penetapan rencana aksi dan penetapan peta jalan gerakan menuju Smart City Kota Kotamobagu.

“Sebelumnya juga sudah dilaksanakan bimtek tahap pertama, bimtek akan dilanjutkan ke tahap tiga dan empat. Di tahap empat itu sudah laporan akhir, artinya output masterplan smart city sudah tersaji untuk perencanaan 5 tahun ke depan,” ujarnya.

Menurut Fahri, terkait dengan smart city, Kota Kotamobagu sebenarnya sudah dicanangkan pasca Dinas Kominfo membangun Data Center.

Namun lanjutnya, pada saat dicanangkan belum ada dokumen yang menjadi rujukan, hanya menggunakan masterplan TIK yang kemudian dokumen perencanaan masih menggunakan dokumen RPJMD serta RENSTRA Dinas Kominfo.

“Sekarang jika sudah ada dokumen masterplan smart city tentunya akan lebih menegaskan kesiapan terutama langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah daerah menuju smart city,” terangnya.

Sementara itu, Mila Karmila selaku narasumber dibawah Konsultan City Asia Internasional, Kementerian Kominfo, mengatakan bahwa pelaksanaan bimtek penyusunan masterplan yang akan berlangsung dalam 4 tahap tersebut, merupakan program Kementerian Kominfo 100 Kota menuju Smart City, salah satunya di Kota Kotamobagu.

“Ini bimtek yang ke dua, pada bimtek tahap satu yang digelar bulan lalu, kami sudah menyampaikan bahwa diperlukan smart city karena banyak penduduk yang akan beralih ke Kota. Dimana, pada tahun 2045 mendatang mungkin sudah 83 persen penduduk Indonesia pindah ke kota, artinya kita sudah harus mempersiapkan kota yang memang cerdas untuk melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Mila.

Dijelaskannya, dalam program smart city tidak erat kaitannya dengan hal yang berhubungan teknologi, namun lebih kepada masyarakat dan inovasi.

“Jadi cukup inovasi. Artinya sesuatu yang sederhana kemudian diberikan sentuhan inovasi maka itu sudah dianggap cerdas atau smart. Jangan dianggap bahwa smart city itu selalu berhubungan dengan teknologi dan sesuatu yang canggih, tetapi sesuatu hal yang mudah saja karena terkait dengan pelayanan,” terangnya. (al)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.