Kelo Mrico, Obat Rindu Kampung Halaman

0

INDONESIAPOST.NET- Rembang adalah salah satu kota yang terkenal akan lokasinya yang sangat strategis. Disebut strategis karena Rembang dihimpit oleh berbagai pantai dan gunung, sehingga menjadikan Rembang sebagai salah satu wilayah yang sangat beruntung menurut fengshui karena jika condong ke utara dekat dengan area pesisir sementara di wilayah selatan condong dengan area pegunungan.

Wilayah Rembang juga terletak pada perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sebelah barat Rembang terdapat kota Kudus, kemudian pada selatan wilayah Rembang terdapat Blora, sementara dari sisi timurnya terdapat Tuban yang sudah memasuki wilayah Jawa Timur.

Berbicara mengenai kondisi geografis di wilayah Rembang. Memiliki pantai sebagai penopang hidup mayoritas masyarakatnya, menjadikan sebagian orang yang berasal dari Rembang memiliki sifat yang tegas dan keras. Wilayah pesisir juga menjadikan mayoritas warga Rembang berbicara dengan lantang kepada orang lain. Mungkin, bagi Sebagian orang yang bukan berasal dari Rembang akan menganggap bahwa orang Rembang adalah orang yang galak. Namun, jika mereka mau mengenal lebih dekat sebetulnya warga Rembang juga sama seperti kita.

Pernah suatu hari berkeliling di salah satu desa yang berada di wilayah Kabupaten Rembang bernama Dukuh Pancuran, Desa Tahunan, Kecamatan Sale. Di sana terdapat banyak sekali warga yang baik dan ramah. Memang, mereka berbicara dengan suara yang lantang dan terkesan galak, namun sejatinya mereka hanyalah manusia biasa yang terbentuk dari sebuah kebiasaan.

Selain dari wilayah Rembang yang terkenal akan keindahan pantainya, Rembang juga sangat terkenal akan sejarahnya loh guys. Kota Rembang adalah salah satu kota yang populer dengan nama R.A Kartini. Yups!! Kota yang menjadi saksi bahwa R.A Kartini telah menikah bersama dengan bupati Rembang kala itu yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903.

Pernikahan yang terjadi antara R.A Kartini dan sang suami tidak menghentikan mimpi beliau untuk terus melanjutkan perjuangan kepada sesama Wanita. Diketahui bahwa R.A Kartini mengajukan beberapa syarat kepada suaminya agar tidak melakukan prosesi adat pernikahan seperti berjalan jongkok, hingga mencium kaki suami. Selain itu R.A Kartini juga ingin untuk dibuatkan sekolah khusus perempuan, dan menjadi guru di Rembang. Sungguh luar biasa bukan gengs?

Teruntuk teman-teman di sini yang ingin menyaksikan lebih lengkap mengenai sejarah R.A Kartini di Rembang, kalian bisa banget untuk mampir di museum R.A Kartini. Seluruh perjalanan hidup beliau hingga peninggalannya masih tersimpan dengan rapi di sana. Lokasi museum R.A Kartini juga tak jauh dari alun-alun kota Rembang. Selain itu, suasana yang dihadirkan di area museum juga tak kalah apiknya. Lingkungan yang asri dengan balutan taman dan air mancur saja sudah membuat saya merasa tenang dan nyaman. Tiket yang ditawarkan pun bisa dikatakan sangat murah, yakni hanya Rp 2.000,- saja!! Bagaimana? Murah sekali bukan? Jadi, tak ada salahnya nih gengs untuk mampir pada saat berkunjung di Rembang.

Meskipun R.A Kartini bisa dibilang cukup sebentar untuk bisa berada di Rembang sebelum akhirnya wafat setahun setelah pernikahannya namun, dampak yang dihasilkan masih terasa hingga saat ini. Terbukti dengan banyaknya jumlah pria yang selalu membantu istri ataupun wanita dalam urusan pekerjaan rumah tangga seperti memasak. Keren bukan?

Pada saat saya mudik di kampung halaman ayah saya di Dukuh Pancuran, Desa Tahunan, Kecamatan Sale, saya melihat pakde dan para sepupu saya yang lelaki selalu membantu wanita untuk memasak. Ingat betul pada saat lebaran tahun 2023 kali ini, satu keluarga besar kami memutuskan untuk memasak suatu hidangan yang khas dari daerah Rembang. Yaitu bernama Kelo Mrico. Kira-kira gengs pernah dengar atau tidak nih tentang Kelo Mrico?

Well, Rembang itu sangat identik dengan kulinernya yang gurih dan pedas. Contoh makanan yang populer di Rembang adalah Lontong Tuyuhan, Dumbeg, Sate Serepeh, Soto Rembang, hingga oleh-oleh khas Rembang yakni Jaddah, dan sirup Kawista. Nah, salah satu kuliner yang paling membuat saya rindu dengan Rembang adalah Kelo Mrico. Sup ikan yang asam, gurih, dan memiliki pedas merica yang sangat lezat. Umumnya Kelo Mrico akan dimasak dengan ikan dukang atau sembilang. Namun, dalam prakteknya Kelo Mrico bisa dimasak dengan jenis ikan apapun. Dalam memasak sayur Kelo Mrico ini sendiri sering dicampur dengan buah-buahan seperti krai, timun, hingga belimbing wuluh, maka dari itu rasa sup ini selain asam, gurih, dan pedas juga memiliki rasa yang segar apalagi dihidangkan saat masih panas.

Karena sifatnya yang fleksibel dan mudah untuk dimasak maka tidak heran apabila Kelo Mrico menjadi salah satu makanan pelepas rindu bagi orang Rembang yang sedang merantau. Salah satu contohnya adalah pengusaha makanan khas Rembang, yaitu Bu Ninik. Bu Ninik yang kini merantau dan menetap di Semarang menggunakan keahlian memasaknya untuk melepas rindunya akan daerah kelahirannya tersebut.

Bu Ninik sendiri telah melakoni usaha Warung Makan Rembang ini selama 10 tahun lebih. Dimulai dari membuka warung makan biasa di Jl. Imam Bonjol, Semarang hingga akhirnya terpikirkan untuk mengembangkan usaha warung makannya dengan makanan yang berasal dari Rembang seperti Kelo Mrico menggunakan ikan barakuda, Lontong Tuyuhan, hingga Sate Serepeh.

Bukan hanya pelepas rindu saja teman-teman, melainkan hidangan ini juga bisa menjadi obat di saat sakit. “Biasanya pelanggan datang kesini saat sedang sakit dan memesan sup ini, karena begitu makan langsung semangat, keluar keringatnya” jelasnya.

Wah, gimana nih gengs? Apakah tertarik untuk mencoba kuliner satu ini? Kalian tak perlu risau untuk jauh-jauh pergi ke Rembang hanya untuk menjajal kuliner sup ikan ini, karena bu Ninik siap untuk melayani anda!

Penulis: Zhafirah Aji Saputri

Leave A Reply

Your email address will not be published.