Herson Mayulu Usulkan Revitalisasi Bendungan Kosinggolan-Torout ke KemenPUPR

0

SULUT –  Anggota Komisi V DPR RI Hi, Herson Mayulu tak henti-hentinya menyuarakan aspirasi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang berada di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Buktinya, dalam rapat kerja (Raker) bersama  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI), berlangsung diruang rapat Komisi V Gedung Nusantara, Senayan pada Rabu (17/3/2021) Herson menyoroti soal keberadaan Irigasi besar yang berada di Kabupaten Bolmong.

Menurutnya, irigasi Kosinggolan dan Torout begitu vital mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 10 hektar. “Di Dapil (Daerah Pemilihan) saya ada dua irigasi (Kosinggolan-Torout,red) yang dibangun pada era orde baru tahun 1982. Namun keadaan sekarang sudah sangat memiriskan sebab 3/4 dari areal sawah ini sudah tidak bisa diairi lagi, karena airnya sudah tidak ada,” urai H2M sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuangan mengatakan bahwa Bolmong merupakan lumbung berasnya Sulut. Namun sayang slogan itu tinggal cerita. “Oleh karena itu, saya mengusulkan ke Pak Dirjen, agar kiranya kedepan ada revitalisasi atau mungkin lebih besar lagi, misalnya pembangunan bendungan disana, sehingga irigasi Kosonggolan yang mengairi kurang lebih 7500 hektar sawah, dan Torout yang mengiri 3500 hektar sawah, minimal bisa mengairi 3/4 dari areal tersebut,” urainya.

Baca juga : RDP Bersama Menteri PDTT, Herson Mayulu Minta Kesesuaian Regulasi Terkait Pengelolaan Dana Desa

Selain itu, ia mengungkapkan para petani yang berada di wilayah tersebut mengelolah sawah kurang lebih 1000 hektar, itupun penanamannya hanya sekali setahun jika tidak ada hujan. Tanah yang lain sudah ditanami Palawija. “Saya mohon perhatian agar ini ada penanganan serius, sehingga, Bolmong kembali lagi sebagai lumbung beras Sulut,” harapnya.

Tak itu saja, mantan Bupati dua periode itu juga menyampaikan aspirasi petani yang tergabung dalam P3A Dumoga Raya, saat melakukan pertemuan pada 15 Februari lalu. “Jadi ada suara dari teman teman petani yang tergabung dalam P3A, bahwa setiap tahun ada pemeliharaan rutin berupa pemarasan disaluran irigasi, kalau boleh ini dipadat-karyakan saja, kemudian diserahkan kepada para petani tadi, karena kalau diserahkan kepada mereka, rasa memiliki itu ada, ini permintaan dari mereka, petani petani yang ada dikedua irigasi tersebut,” akunya.

Ia pun mengapresiasi KemenPUPR terkait beberapa hal, yang pertama atas perolehan opini WDP dari BPK RI, pelaksanaan tender 2021 yang lebih awal, serta ketanggapan dalam menghadapi bencana beberapa waktu lalu. “Terima kasih atas penanganan becana di dapil saya beberapa waktu lalu, mulai dari Kabupaten Bolmut, Bolsel dan manado yang begitu cepat. semua ini tak lepas dari peran pak Menteri dan jajaran yang komandonya kebawah sangat bagus, sehingga saya begitu mudah dan cepat berkoordinasi dengan para kepala balai,” tuturnya.

Diketahui raker tersebut membahas tentang Pemeriksaan BPK RI pada semester 1 Tahun 2020, Refocusing program kegiatan Tahun 2021, Penanganan infrastruktur pasca bencana serta pengembangan Food Estate dan Pembangunan Infrastruktur Ketahanan Pangan. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.