Masyakarat Khawatir Bolsel Bakal Zona Merah Covid-19

0

BOLSEL – Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mulai khawatir potensi penyebaran virus Corona disease 2019 (Covid-19). pasalnya setelah dinyatakan positif Covid 19, kedua figur calon Bupati dan wakil calon Bupati, Riston Mokoagow dan Selvia Van Gobel, diketahui telah kontak dengan beberapa orang di Bolsel.

Sebagaimana dikatakan, Zafar Masaguni, warga Tolondadu II saat dimintai tanggapan, Selasa, (8/9/2020), mengatakan sangat khawatir apabila Bolsel kembali menjadi daerah penyebaran virus Corona.

“Pastinya kami takut kalau wabah ini muncul lagi disituasi New Normal sekarang ini. Selain itu masyarakat tidak tahu siapa-siapa saja yang sudah kontak erat dengan pasien,” kata Syamsul sapaan akrabnya.

Ditanya soal foto-foto beredar dimedia sosial kedua pasien tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), Syamsul berujar sebagai figur publik harusnya mereka dapat memberikan contoh yang baik bagi masyakarat demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Saya berharap mereka (Pasien) memiliki kesadaran sosial serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan, dan lebih penting hindari kontak dengan keluarga serta orang lain guna kesehatan dan keselamatan.” terangnya

Sementara, Moh. Risky Liputo, warga Popodu menyayangkan sikap RM- RG yang yang manganggap remeh virus Corona dengan melakukan kontak dengan beberapa masyarakat tanpa mengunakan APD.

“Kami tak ingin Bolsel kembali menjadi daerah zona merah hanya karena kelalaian seorang yang tidak patuhi protokol kesehatan secara baik. Disisi lain ia meminta tim gugus tugas Bolsel untuk melakukan tracking kepada orang-orang telah kontak dengan pasien,” imbuhnya.

Juru bicara tim gugus tugas Kabupaten Bolsel, dr. Sadly Mokodongan ketika dihubungi via whatsapp, Selasa (8/9) mengatakan pihaknya sudah melakukan tracking kepada 11 orang yang pernah memiliki kontak dengan pasien.

“Tracking yang dilakukan puskemas Milangodaa dan Pinolosian terdapat 11 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien. Sedangkan puskemas molibagu masih sementra melakukan tracking” ujar dr. Sadly.

Lebih lanjutkan dikatakan sebagai tindak lanjut dari hasil tracking ini nanti orang-orangnya akan diperiksa secara intens. “Untuk penanganan kontak erat dari hasil tracking. Bagi yang mempunyai gejala kita langsung lakukan swab, sementara yang tidak bergejala kita anjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” tuturnya.

Ditanya soal pengawasan petugas kesehatan, ia mengatakan bahwa Bapak Riston Mokoagow sedang menjalani isolasi mandiri di Kotamobagu dan itu diluar kewenangan dari tim gugus tugas Bolsel. Namun katanya, RM sudah dikunjungi oleh Dinas Kesehatan Kotamobagu. Sementara untuk  SG tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya di Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki.

Rudi

Leave A Reply

Your email address will not be published.