Boltim

Merajut Tradisi Saling Menguatkan IKA PMII

0

Oleh : Ahmadi Modeong, S.Pd

Ketua Umum IKA PMII Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

BOLSEL – Dinamiki organisasi tidak pernah lepas dari belenggu berbagai tafsir dan cara pandang bagi siapapun yang mengaku pernah masuk ataupun di masukan bahkan memasukan sendiri namanya pada organisasi yang ia pernah geluti untuk belajar. Hal semacam ini selalu menjadi ruang lepas pada setiap kader ataupun yang mengklaim dirinya kader. Boleh jadi seseorang dapat menggunakam perspektifnya sendiri dimana konsep dasar dalam berorganisasi ibarat sebuah cermin yang selalu memantulkan dua sisi tafsir bagi siapa saja. Ada yang memandang tujuan berorganisasi untuk menggali pontensi diri, tapi banyak pula yg berpendapat berorganisasi sama seperti kita berinvenstasi jangka panjang agar dapat menunjukan eksistensi pada level social kultural bahkan struktural. Pada aspek lain, orang juga memandang bahwa tujuan berorganisasi untuk merevolusi phycologis jiwa seseorang dari pasif, aktif untuk menjadi reaktif.

Berbagai pandangan tersebut adalah pilihan bagi siapa saja pernah masuk dalam sebuah wadah ataupun organisasi. Hal tersebut adalah sah, ketika seorang melihat konsep dasar berorganisasi tergantung sudut pandang dan kaca mata yg ia gunakan. Namun demikian, harus di pahami, bahwa organisasi pada semua level dan bentuk apapun organisasi yang kita yakini, ilhami baik secara philosopis, ideologis, memiliki sebuah proses dan dialetika secara berjenjang, mulai dari tingkat dasar sampai pada level yang lebih tinggi.

Hal lazim semacam ini, juga berlangsung di organisasi yang namanya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ketika kita mengenal atau diperkenalkan bahkan memperkenal diri di PMII, tentu tidak secara natural, melainkan atas dasar pilihan sendiri, bahkan ada mungkin atas ajakan orang lain yang lebih dulu berPMII. Disisi inilah saya ingin katakan bahwa konsep berorganisasi bagi setiap orang yang mengaku pernah di kader di PMII memiliki cara masing-masing saat dia menjadi anggota. Lepas dari pandangan yang beragam ini, sebagai orang yang pernah datang dan bukan di datangkan dirumah besar PMII, sedikit pernah BerPMII sejak tahun 1999 waktu itu, bagi saya mengenal PMII adalah suatu kebanggaan bahkan kehormatan tapi bukan untuk di hormati, karena yang lazim di hormati itu adalah benda dalam bentuk simbol negara termasuk merah putih. satu hal yang menarik saya berPMII,telah mendapatkan banyak sahabat begitu pula sahabiya.

Di PMII inilah saya baru mengenal arti penting dalam persahabatan, dari sini saya tahu, bahwa salah satu tradisi berPMII adalah budaya saling support dan saling membesarkan. Dengan dasar alasan, jika A membesarkan B maka B akan membesarkan A dalam hal positif. Atau secara teori A akan menjadi orang besar dengan menjadikan B orang besar. Karena pengkaderan yang berhasil adalah jika kader yang dibina mampu menjadi kader yang lebih baik dari pada orang yang mengkader. Namun dalam hal ini, dilarang untuk su’ul adab terhadap orang yang lebih tua atau yang mengkadernya. Sebaliknya, dilarang pula untuk memanfaatkan kader untuk kepentingan pribadi yang cenderung menghancurkan organisasi.

Sungguh indah proses pengkaderan seperti ini, memang tidak ada satu organisasipun yang bersih dan terbebas dari masalah-masalah baik itu internal maupun eksternal organisasi. Hal itu disebabkan karena terlalu tingginya “ego” seseorang dalam proses keberlanjutan organisasi tersebut. Begitu pula BerPMII, masalah bahkan konflik akan selalu ada dalam organisasi ini, hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran anggota, kader dan alumninya.

Generalisasi pemikiran, ide, kreatifitas, wilayah kerja, dan lainnya telah “terkerdilkan” oleh kepentingan sesaat yang kemudian berkembang menjadi kepentingan sesat. Sehingga berPMII terkesan sebagai organisasi yang “mengerikan” jika hanya dipandang sebelah mata bagi anggota atau bahkan dilihat dari perspektif lain di luar sana. Lepas itu semua untuk tidak bermaksud mengurui sesama sahabat/sahabiya, saya mencoba membuka ruang cahaya yg mungkin gelap dan tersumbat,mengajak untuk setiap alumni, mengingatkan berPMII itu indah jika kita mengantarkan jiwa kita kedalam hal-hal yang indah. Karena proses di PMII akan selalu ada kaitannya dengan keberlangsungan lingkungan sekitar hingga nasional bahkan dunia.

Untukmu satu tanah airku, untukmu satu keyakinanku, untukmu satu pergerakanku.

Leave A Reply

Your email address will not be published.