NATAL

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkab Pasuruan Gelar HLM TPID Kendalikan Harga Sembako

0

PASURUAN – JATIM || Menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) guna mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (11/2/2026), dan dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.

Turut hadir Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Rusdi menegaskan pentingnya langkah sinergis, responsif, dan tepat sasaran dari seluruh pihak, khususnya TPID, dalam mengendalikan potensi inflasi, terutama pada komoditas bahan pokok.

Menurutnya, upaya yang perlu dilakukan antara lain menjaga ketersediaan pasokan antar waktu dan antar wilayah melalui peningkatan produktivitas serta perluasan akses pembiayaan guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis.

“Kelancaran distribusi dan kualitas logistik pangan harus terus difasilitasi, termasuk distribusi antarwilayah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta agar stabilitas harga kebutuhan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri.Penguatan sinergi kebijakan dan komunikasi publik dinilai penting untuk mengelola ekspektasi inflasi di masyarakat.

“Kita akan lakukan operasi pasar, gelar pasar murah, serta monitoring harga bahan pokok secara intensif untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Yudha Triwidya Sasongko menyampaikan bahwa pada periode Januari hingga minggu pertama Februari 2026, Kabupaten Pasuruan mengalami deflasi selama lima minggu berturut-turut.

Deflasi tersebut dipicu oleh penurunan harga pada komponen volatile food. Komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain cabai merah, cabai rawit, beras, bawang merah, dan telur ayam ras.

“Penurunan harga ini didorong oleh masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi sehingga ketersediaan pasokan melimpah,” jelasnya. (AL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.