Razia Wisma di Prigen, Satpol PP Kabupaten Pasuruan Amankan 10 Perempuan
PASURUAN — JATIM || Satpol PP Kabupaten Pasuruan melakukan penyisiran ke sejumlah wisma di kawasan Prigen, Minggu (2/3/2026).Operasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk menjaga ketertiban umum serta memastikan kawasan pegunungan tersebut terbebas dari aktivitas yang melanggar peraturan daerah, khususnya selama Ramadhan.
Dalam penyisiran tersebut, petugas menyusuri lorong-lorong permukiman dan mendapati satu wisma yang masih menerima tamu. Di lokasi itu, aparat menemukan sejumlah perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Selain personel dari tingkat kabupaten, jajaran Kasi Trantib Kecamatan Prigen turut dilibatkan dalam operasi tersebut. Kolaborasi lintas unsur ini dilakukan guna memperkuat pengawasan di titik-titik yang selama ini dinilai rawan.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengungkapkan bahwa dari hasil pendataan, mayoritas perempuan yang terjaring berasal dari luar Provinsi Jawa Timur.
“Total ada 10 orang, sebagian besar berasal dari Bandung, Jawa Barat. Setelah kami amankan, langsung kami perintahkan untuk pulang hari itu juga,” ujar Suyono melalui sambungan telepon, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, langkah penertiban ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif selama Ramadhan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi tempat hiburan maupun wisma yang tetap membandel melanggar aturan,” tegasnya.
Suyono juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan pilihan kepada para perempuan tersebut untuk meninggalkan lokasi secara mandiri atau dibawa ke kantor untuk proses lebih lanjut. Sebagian besar akhirnya memilih mengemasi barang-barang mereka dan kembali ke daerah asal.
Penertiban dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pengelola yang terbukti memfasilitasi aktivitas terlarang.
Satpol PP memastikan penegakan peraturan daerah dilakukan secara tegas dan konsisten.
Ke depan, kawasan Prigen akan terus dipantau secara berkala melalui patroli rutin guna mencegah aktivitas serupa kembali terjadi. Pemerintah daerah berharap upaya preventif dan persuasif ini efektif dalam menjaga ketertiban di kawasan wisata tersebut.(AL)


