Pakai APD RSUD, Anggota DPRD Bolsel Bantu Pindahkan Pasien Ke Ruang Isolasi

0

BOLSEL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Zulkarnain Kamaru, S.Ag, terpaksa memakai Alat Pelindung Diri (APD) milik petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Molibagu, Rabu, (16/9/2020).

Informasi yang berhasil diperoleh, kejadian tersebut bermula ketika hendak keluar dari rumah sakit, usai menjenguk beberapa pasien. Ia melihat salah satu pasien perempuan dalam kondisi lemas dan dirawat di tenda depan RSUD.

Tidak menunggu lama, ia pun memanggil dokter guna mempertanyakan pelayanan pihak RSUD terhadap pasien.”Dok, mo sampai kapan pasien dirawat dalam tenda? sadiki lagi somo hujan, kalau bisa segera pindah ke ruang perawatan,” pinta Zulkarnain.

Sementara, salah satu dokter yang bertugas saat itu mengatakan bahwa pasien merupakan rujukan dari puskesmas milangodaa.”Jadi, pasien berstatus PDP setelah dilakukan rapid test hasilnya reaktif,” ujarnya.

Gunakan APD Zulkarnain Kamaru Bantu Pindahkan Pasien Ke Ruangan Isolasi (Foto. IndonesiaPost.Net)

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II ini meminta pihak RSUD untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh pasien.”Saya minta berikan pelayanan prima bagi pasien,” tegasnya.

Tak itu saja, ia juga membantu memindahkan pasien ke ruangan isolasi karena petugas kesehatan saat itu sangat terbatas.”Saya lihat petugas kesehatan yang laki-laki hanya dua orang, jadi saya berinisiatif untuk membantu mereka,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Bolsel, dr. Sri Pakaya, ketika dihubungi via whatsapp mengatakan jika proses pemeriksaan awal samua lewat tenda screening.”Kalau rujukan pasien yang¬† hasil rapid test reaktif, wajib lewat tenda pemeriksaan dulu baru kemudian di periksa kembali jika ada keluhan langsung dirawat ke ruang isolasi, kalau non reaktif dirawat ke Unit Gawat Darurat (UGD).

Sri menambahkan, jika pasien tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif, juga bukan pelaku perjalanan luar daerah. Namun katanya dua minggu lalu cucunya datang ke kampung tapi tidak terkonfirmasi positif atau rapid testnya non reaktif.”Jadi waktu dilakukan screening tidak ada kontak dengan pasien positif. Dia cuma merasa pusing dan keram,” pungkasnya.

Rudi

Leave A Reply

Your email address will not be published.